Edgar Allan Poe
profil Afghanistan
Nama resmi : Da Afghanistan Islami Dawlat
Dawlat-e Eslami-ye Afghanestanل
Lagu kebangsaan : Soroud-e Melli
Ibukota : Kabul
Kota terbesar : Kabul
Bahasa resmi : Parsi/Dari dan Pashtun
Pemerintahan : Republik
Kemerdekaan : 19 Agustus 1919 dari Britania Raya
Luas Wilayah : 647.500 km2
Penduduk : 29.928.987 jiwa (2005)
PDB : US$ 63,86 milyar
Pendapatan perkapita : US$ 800
Mata uang : Afghani (AFN)
Republik Islam Afganistan (Pashtun/Dari-Parsi: افغانستان, Afğānistān) adalah sebuah negara di Asia Tengah. Ia terkadang digolongkan sebagai bagian dari Asia Selatan atau Timur Tengah karena kedekatannya dengan Plato Iran. Afganistan berbatasan dengan Iran di sebelah barat, Pakistan di selatan dan timur, Tajikistan, Turkmenistan, Usbekistan di utara, dan Tiongkok di ujung timur. Afganistan juga berbatasan dengan Kashmir, wilayah yang dipersengketakan oleh India dan Pakistan. Afganistan merupakan salah satu negara termiskin di dunia.
Pada kurun waktu antara tergulingnya rezim pemerintahan Taliban pada 2001 dan Loya jirga (sidang majelis Musyawarah Tradisional) tahun 2004, dunia Barat menyebut negara ini dengan nama Negara Islam Transisi Afganistan.
Sejarah
Afghanistan, negara di persimpangan jalan Asia Tengah, telah banyak mengalami sejarah yang bergolak. Sejak berkurun lamanya, Afghanistan pernah dijajah banyak penguasa besar seperti Genghis Khan dan Iskandar Zulkarnain (Alexander the Great).
Sebuah negara Afghanistan telah didirikan pada tahun 1746 di bawah Kekaisaran Durrani tetapi kekuasaan pemerintah telah dipindahkan kepada Inggris sehingga Raja Amanullah menaiki takhta pada tahun 1919. Sejak itu, Afghanistan telah melalui bermacam jenis pemerintahan dan beberapa perang saudara.
Raja-raja Afghanistan berasal dari keluarga Abdali dari suku etnik Afghan, dan nama keluarga tersebut ditukarkan kepada "Durrani" sejak Ahmad Shah menaiki takhta.
Pada kurun ke-20, sebanyak sebelas raja-raja Afghanistan telah diturunkan tahta menurut cara-cara yang tidak demokratis: 1919 (dibunuh), 1929 (meninggalkan tahta), 1929 (dihukum mati), 1933 (dibunuh), 1973 (dibuang), 1978 (dihukum mati), 1979 (dihukum mati), 1979 (dihukum mati), 1987 (disingkirkan), 1992 (digulingkan) dan 1996 (digulingkan).
Periode stabil yang terakhir sekali dialami oleh Afghanistan adalah dari tahun 1933 hingga 1973, saat negara itu berada di bawah pimpinan Raja Zahir Shah. Pada 1973, Sardar Mohammed Daoud, saudara Zahir Shah telah dibunuh anggota komunis Partai Demokratik Rakyat Afghanistan yang memberontak dan berhasil mengambil alih kuasa memerintah.
Penentangan dan konflik yang hebat terhadap pemerintahan berhaluan kiri telah memaksa Uni Soviet untuk mencaplok Afghanistan pada 24 Desember 1979. Namun demikian, setelah berhadapan dengan tekanan internasionla dan 15.000 laskar Soviet terkorbankan akibat penentangan kelompok Mujahidin yang dilatih oleh Amerika Serikat, Pakistan dan pemerintahan lain; laskar Soviet mundur dari negeri Afghanistan pada tahun 1989.
Walaupun begitu, pihak Mujahidin masih sering terlibat pertikaian dan ini telah melahirkan beberapa panglima perang (warlordism). Perselisihan yang paling tragis terjadi pada 1994, saat 10.000 orang terbunuh di wilayah Kabul. Kelompok Taliban yang mendapat sokongan penuh dari Pakistan akhirnya berhasil merampas kekuasaan pada 1996. Taliban berhasil merampas 90% negara ini, kecuali timur-laut Afghanistan yang dikuasai oleh 'Sekutu Utara'. Sewaktu memerintah Afghanistan, mereka telah melaksanakan pemerintahan Islam secara ekstrim walaupun belum sempurna atau sebagian saja.
Pada tahun 2001, AS menginvasi Afghanistan atas kecurigaan mereka yang tak terbukti, mencari orang yang dicurigai berada di balik serangan 11 September 2001 yakni Osama bin Laden dengan al-Qaeda nya. Pada akhir 2001, pemimpin utama dari pihak oposisi Afghan telah bertemu di Bonn, Jerman untuk mendirikan suatu pemerintahan baru. Hasilnya adalah pelantikan Hamid Karzai sebagai Ketua Lembaga Interim Afghan (AIA) pada Desember 2001. Setahun kemudian, pemilu nasional diadakan dan Karzai terpilih sebagai Presiden.
Akibat dari perselisihan politik yang memanas serta kegiatan militer untuk mengusir unsur Al-Qaida dan Taliban yang tinggal, Afghanistan menderita kemiskinan drastis, panglima perang yang banyak, infrastruktur yang usang, dan kerusuhan di mana-mana.
Pada tanggal 3, dan 25 Maret 2002, sebuah gempa bumi melanda Afghanistan, dengan musnahnya ribuan buah rumah dan kehilangan nyawa sebanyak 1.800. Lebih dari 4.000 orang cedera. Gempa bumi terjadi di daerah Samangan (3 Maret) dan daerah Baghlan (25 Maret). Yang kedua lebih tragis, dan mengakibatkan banyak korban berjatuhan. Pihak berkuasa internasional membantu pemerintahan Afghanistan untuk menangani keadaan tersebut.
Politik
Invasi Uni Soviet ke Afganistan pada 23 Desember 1979 dimulai dengan kedatangan ratusan tentara Soviet ke Kabul dengan pesawat angkut militer. Sebelumnya, tank dan artileri di sekitar Kabul dilumpuhkan oleh para penasihat militer Soviet. Dengan alasan perbaikan, telekomunikasi di kota tersebut diblokir.
Kini, sebuah pemerintahan sementara telah didirikan. Diketuai oleh presiden Hamid Karzai, kebanyakan anggotanya dari Aliansi Utara, dan campuran dari daerah dan kelompok etnis lainnya yang terbentuk dari pemerintahan transisi oleh Loya jirga. Mantan raja Zahir Shah yang kembali ke negeri, namun tak dikembalikan lagi sebagai raja dan hanya menjalankan kekuatan seremonial terbatas.
Di bawah Persetujuan Bonn Agreement Komisi Konstitusi Afganistan didirikan untuk berkonsultasi dengan publik dan pembentukan konstitusi draft. Dijadwalkan meluncurkan draft pada 1 September 2003, komisi itu telah meminta penundaan agar mengerjakan konsultasi lebih lanjut. Pertemuan loya jirga (dewan agung) konstitusional diselenggarakan pada Desember 2003 saat konstitusi baru diadopsi yang menciptakan bentuk pemerintahan presiden.
Pasukan dan dinas intelijen dari AS dan sejumlah negara lain hadir, beberapa untuk menjaga perdamaian, lainnya ditugaskan memburu sisa Taliban dan al Qaeda (yang diklaim ada). Angkatan Penjaga Perdamaian PBB memanggil operasi Angkatan Pembantu Keamanan Internasional di Kabul, bermula Desember 2001. NATO mengambil kendali angkatan ini pada 11 Agustus 2003. Sebagian negeri tetap di bawah kendali panglima perang.
Pada 27 Maret 2003, WaMenHan Afghanistan dan panglima perang yang berpengaruh Jenderal Abdul Rashid Dostum menciptakan tugas untuk Zona Utara Afghanistan dan mengangkat pejabat untuk itu, menentang perintah presiden sementara Hamid Karzai bahwa tiada lagi zona di Afghanistan.
Demografi
Afghanistan merupakan rumah bagi sejumlah suku. Namun karena belum adanya pencacah jiwaan yang memadai, tidak diketahui pasti kondisi sebenarnya. Dan yang tercatat saat ini hanya berdasarkan perkiraan belaka. Berdasarkan catatan dari CIA World FactBook (diperbaharui tanggal 17 Mei 2005), komposisi kesukuan di Afghanistan adalah sebagai berikut : Pashto 42%, terpusat di bagian timur dan selatan Afghanistan; Tajik 27% berpusat di bagian utara dan Kabul; Hazara 9% berpusat di Afghanistan tengah termasuk Bamiyan; Uzbek 9%; Aimak4%; Turkmen 3%; Baluchi 2% dan sisanya 4% yang mencakup Wakhidan Kyrgyz.
Bahasa resmi Afghanistan adalah Persia yang sering disebut Dari dan Pashtun. Bilingualisme umum di Afghanistan.
Menurut agama orang Afganistan kebanyakan Muslim atau Pashtun, atau keduanya.
Wilayah-wilayah
Afganistan terdiri atas 34 buah wilayah (ولايت; velayat):
Badakhshan
Badghis
Baghlan
Balkh
Bamiyan
Daikondi
Farah
Faryab
Ghazni
Ghowr
Helmand
Herat
Jowzjan
Kabul
Kandahar
Kapisa
Khost
· Konar
· Kondoz
· Laghman
· Lowgar
· Nangarhar
· Nimruz
· Nurestan
· Oruzgan
· Paktia
· Paktika
· Panjshir
· Parvan
· Samangan
· Sar-e Pol
· Takhar
· Vardak
· Zabol
Geografi
Afghanistan ialah negeri yang bergunung-gunung, walau ada dataran di utara dan barat daya. Titik tertinggi di Afghanistan, Nowshak, ialah 7485 m dpl. Bagian besar negara ini kering, dan pasokan air bersih terbatas. Afghanistan memiliki iklim tanah, dengan musim panas yang panas dan musim salju yang dingin. Negara ini sering menjadi pusat gempa bumi.
Peta Afganistan
Di samping ibu kotanya Kabul, Herat, Jalalabad, Mazar-e Sharif dan Kandahar ialah kota-kota utama negara ini. Lihat juga Kota-kota di Afganistan.
Ekonomi
Afghanistan ialah sebuah negara yang relatif miskin, sangat bergantung pada pertanian dan peternakan. Ekonominya melemah akibat kerusuhan politik dan militer terkini, tambahan kemarau keras dengan kesulitan bangsa antara 1998-2001. Sebagian penduduk mengalami krisis pangan, sandang, papan, dan minimnya perawatan kesehatan. Kondisi ini diperburuk oleh operasi militer dan ketidakpastian politik. Inflasi menyisakan banyak masalah. Menyusul perang koalisi yang dipimpin AS yang menimbulkan jatuhnya Taliban pada November 2001 dan pembentukan Otoritas Interim Afganistan (AIA) yang diakibatkan dari Persetujuan Bonn Desember 2001, usaha Internasional untuk membangun kembali Afganistan ditunjukkan di Konferensi Donor Tokyo untuk Rekonstruksi Afganistan pada Januari 2002, di mana $4,5 juta dikumpulkan untuk dana perwalian yang akan diatur oleh Bank Dunia. Wilayah prioritas untuk rekonstruksi termasuk konstruksi pendidikan, kesehatan, dan fasilitas kesehatan, peningkatan kapasitas administratif, perkembangan sektor pertanian, dan pembangunan kembali jalan, energi, dan jaringan telekomunikasi.
Budaya
Banyak monumen bersejarah negara ini rusak dalam perang tahun-tahun terakhir. 2 arca terkenal Buddha di Provinsi Bamiyan dihancurkan Taliban karena dianggap sebagai lambang agama lain.
Orang Afganistan dikenal sebagai penunggang kuda. Olahraga yang terkenal seperti Buzkashi terkenal di sana.
Sebelum Taliban memegang kekuasaan, kota Kabul merupakan tempat tinggal banyak musisi yang ahli dalam musik Afganistan tradisional dan modern. Kabul pada paruh abad ke-20 sama dengan Wina selama abad XVIII dan XIX.
Pendidikan
Pada musim semi 2003, diperkirakan bahwa 30% dari 7.000 sekolah Afganistan rusak parah selama lebih dari 2 dasawarsa pendudukan Uni Soviet, perang saudara dan penguasaan Taliban. Hanya setengah dari sekolah itu dilaporkan memiliki air bersih, dengan kurang dari 40% yang diperkirakan memiliki sanitasi yang cukup. Pendidikan untuk anak lelaki bukanlah prioritas selama masa Taliban, dan anak perempuan disingkirkan dari sekolah secara ikhlas.
Berkenaan dengan kemiskinan dan kekerasan di sekeliling mereka, studi pada 2002 oleh kelompok pembantu Save the Children mengatakan bahwa anak Afganistan berkarakter ulet dan berani. Studi itu memuji kuatnya institusi keluarga dan lingkungan.
Sampai 4 juta anak Afganistan, kemungkinan jumlah terbesar, dipercaya telah telah mendaftar untuk kelas untuk tahun-tahun sekolah yang mulai pada Maret 2003.
Tingkat melek huruf keseluruhan penduduk diperkirakan 36%.
Sumber: www.wikipedia.org
at stade de UPI
ambigram
beck's
donatello: magdalena
da vinci: monalisa
cranach: licretia

da vinci: last supper uncleaned
bernini: apollo & daphne
botticeli: venus
caravaggio: amor
http://fits.depauw.edu/aharris/Courses/ArtH132/galleries/images/fullsize/fs_Delacroix_Liberty.jpg
da vinci // virgins rock
matisse: icarus
patung moses karya michaelangelo
smoke, drugs. 'n rock cat roll